BARRU, TERASWAKTOE.COM — Ada percakapan yang berlangsung singkat, tetapi bisa tinggal lama dalam ingatan. Salah satunya adalah ketika pada 2015 saya mendapat tugas dari Pimpinan Redaksi Harian Rakyat Sulsel untuk mewawancarai Bupati Barru saat itu, H. A. Idris Syukur, untuk penulisan buku Politisi Sulselbar Berpengaruh, Dedikasi Hebat untuk Rakyat.
Percakapan itu membahas tentang pemerintahan dan pembangunan, sekaligus membawa saya pada cara beliau memandang amanah kepemimpinan. Bagi saya, ada tiga kata yang kemudian terasa penting: niat baik, komitmen dan tanggung jawab.
H. A. Idris Syukur bersama H. A. Anwar Aksa memimpin Kabupaten Barru pada periode 2010–2015. Dalam menjalankan pemerintahan, keduanya membawa amanah masyarakat dengan berbagai program pembangunan. Salah satu catatan yang kemudian ikut mengiringi perjalanan tersebut adalah penghargaan United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2014 dalam bidang pelayanan publik.
Dalam percakapan kami ketika itu, H. A. Idris Syukur menyampaikan pandangannya yang saya ingat sampai sekarang:
“Dalam menjalankan amanah, kita harus berangkat dari niat yang baik, kemudian memiliki komitmen untuk melaksanakannya dan bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan.” Jelasnya.
Kalimat itu sederhana, tetapi menurut saya memiliki makna yang panjang. Niat baik memberi arah. Komitmen membuat seseorang tetap berjalan ketika menghadapi persoalan. Sementara tanggung jawab menjadi dasar untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan dan pekerjaan yang dilakukan.
Kini, lebih dari satu dekade berlalu. Jabatan telah menjadi bagian dari masa lalu, tetapi perjalanan sebuah pemerintahan tetap menjadi catatan sejarah daerah.
Dari sebuah wawancara jurnalistik pada 2015, saya belajar bahwa kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang berapa lama seseorang memegang jabatan, melainkan apa yang dikerjakan ketika amanah itu berada di tangannya.
Niat baik, komitmen dan tanggung jawab.Tiga hal sederhana yang, ketika dijalankan dengan sungguh-sungguh, dapat menjadi jalan panjang sebuah pengabdian.
Penulis: Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Unhas 1991 dan jurusan Manajemen SDM Nobel School of Business 2020

