Hasil UNAR Makassar yang diselennggarakan Senin 25 Mei 2026 memunculkan optimisme sekaligus pertanyaan. Bagaimana tidak, dari 23 peserta yang mengikuti ujian, seluruhnya dinyatakan lulus. Angka itu tentu menggembirakan, terutama di tengah kekhawatiran menurunnya minat dan regenerasi anggota amatir radio beberapa tahun terakhir.
Jika melihat data periode sebelumnya, capaian tersebut memang tampak sangat mencolok. Pada April 2026 misalnya, jumlah peserta yang tidak lulus justru lebih banyak dibanding yang lulus. Begitu pula pada beberapa pelaksanaan UNAR sepanjang 2025, hasilnya masih fluktuatif, bahkan ada tingkat tertentu yang angka kegagalannya cukup tinggi. Karena itu, lonjakan kelulusan seratus persen ini menjadi perhatian banyak pihak.
Di satu sisi, keberhasilan tersebut patut diapresiasi. Bisa jadi ini merupakan hasil dari semakin aktifnya pembinaan yang dilakukan ORARI Lokal. Latihan soal SEE NOW, simulasi CAT, diskusi materi, hingga pendampingan peserta sebelum ujian kemungkinan mulai menunjukkan hasil nyata. Bila benar demikian, maka ini menjadi kabar baik bagi masa depan organisasi. Artinya, pola pembinaan yang lebih serius mampu meningkatkan kesiapan calon anggota amatir radio.
Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Apakah tingginya angka kelulusan murni lahir dari kualitas pembinaan, atau ada faktor lain dalam pelaksanaan ujian? Sebab di lapangan, masih ada pandangan bahwa pengawasan CAT UNAR di beberapa kesempatan belum berjalan terlalu ketat. Situasi seperti itu berpotensi membuka ruang bagi peserta untuk saling membantu atau berbagi jawaban saat ujian berlangsung.
Pandangan ini tentu bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Justru sebaliknya, hal tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi bersama agar kualitas UNAR tetap terjaga. Sebab tujuan utama ujian bukan hanya meluluskan peserta, melainkan memastikan setiap pemegang callsign benar-benar memahami etika komunikasi radio, aturan amatir radio, serta kemampuan teknis dasar yang dibutuhkan .
ORARI membutuhkan anggota yang banyak secara jumlah, dan juga matang dalam kompetensi. Jangan sampai semangat meningkatkan kelulusan justru mengurangi makna dari proses pembinaan itu sendiri. Karena ketika kualitas mulai diabaikan, maka wibawa organisasi juga perlahan ikut dipertaruhkan.
Ke depan, keseimbangan antara pembinaan yang baik dan pengawasan ujian yang profesional menjadi kunci penting. Jika keduanya berjalan beriringan, maka tingkat kelulusan tinggi bukan lagi menimbulkan tanda tanya, melainkan menjadi kebanggaan bersama bagi dunia amatir radio Indonesia.
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI-YB8FBL
-Wakil Ketua Orlok Barru
-Pimpinan Redaksi TERAS WAKTOE. COM

