BARRU TERASWAKTOE. COM— Kepedulian terhadap keberadaan pusaka dan warisan budaya leluhur mendorong sejumlah pemerhati seni budaya di Kabupaten Barru membentuk Komunitas Pusaka Barru yang diberi nama Komunitas Pusaka Barru Tompo Jareng.
Komunitas ini menjadi wadah bersama untuk menjaga dan melestarikan benda-benda pusaka serta nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Salah seorang penggagas komunitas, Amar, mengatakan gagasan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap semakin tergerusnya nilai budaya leluhur, khususnya benda pusaka seperti keris, badik dan berbagai parewa bessi yang masih tersebar di tengah masyarakat.
Menurutnya, Barru memiliki sejarah empat kerajaan yang masing-masing memiliki kelengkapan kerajaan atau Arajang sebagai bagian penting dari warisan budaya.
Amar menjelaskan, komunitas tersebut diharapkan dapat menghimpun para pemerhati, pelestari dan penggiat seni budaya untuk melakukan upaya pelestarian secara terarah, terencana dan berkelanjutan. Pembentukannya juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga warisan sejarah daerah.
Dipilihnya nama Tompo Jareng sebagai nama Komunitas karena memiliki kaitan dengan sejarah Kerajaan Berru. Tempat tersebut pada masa lalu pernah menjadi salah satu pusat kerajaan sekaligus lokasi pelantikan raja-raja Berru. Pemilihan nama itu lanjut Amar dimaksudkan untuk menghidupkan kembali jejak sejarah yang mulai tenggelam dan terlupakan oleh generasi penerus.

Ia menjelaskan selain menyimpan sejarah kerajaan, Tompo Jareng juga memiliki kisah tentang sungai kecil yang dahulu mengalir di antara perbukitannya. Dalam pesan leluhur, mengalirnya kembali sungai tersebut yang bening dan menyejukkan menjadi simbol harapan akan kembalinya kejayaan tanah Berru.
“Semangat itulah yang kini ingin dihidupkan melalui Komunitas Pusaka Tompo Jareng, dengan menjaga pusaka sekaligus merawat sejarah dan nilai budaya yang menyertainya”,Jelas Amar.
Penulis : WAHYU

