BARRU, TERASWATOE.COM —
Sarbini HS Dg Ngemba/Thoke dipercaya menahkodai Komunitas Pusaka Barru Tompo Jareng periode 2026–2031. Komunitas ini hadir sebagai wadah masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian pusaka dan warisan budaya di Kabupaten Barru, dengan fokus pada pendataan, dokumentasi, pemeliharaan serta pengenalan pusaka kepada masyarakat dan generasi muda.
Menurut Sarbini Dg Ngemba keberadaan pusaka perlu diikuti dengan pengetahuan mengenai sejarah dan riwayatnya agar nilai yang terkandung di dalamnya tetap diwariskan.
“Yang kita jaga bukan hanya bendanya, tetapi juga sejarah, riwayat, nilai dan cerita di baliknya,” ujar Sarbini saat acara silaturahmi bersama anggota Komunitas Pusaka Tompo Jareng Sabtu, 22/8/2026 di Galeri Seni Teras Waktoe Barru.
Ia memaparkan sejumlah program yang akan dikembangkan, antara lain inventarisasi pusaka, dokumentasi foto dan video, penelusuran sejarah dan riwayat, diskusi dan kajian, edukasi, serta pengenalan warisan budaya Barru.
Kegiatan tersebut akan melibatkan Pemerintah, pemilik pusaka, pemerhati sejarah, budayawan, masyarakat dan generasi muda.

Sarbini juga menjelaskan, nama Tompo Jareng dipilih karena memiliki keterkaitan dengan sejarah Kerajaan Barru. “Nama ini memiliki nilai sejarah bagi Barru dan kami harapkan menjadi identitas komunitas sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenali dan melestarikan sejarah serta warisan budaya daerah,” katanya.
Sarbini turut memaparkan falsafah masyarakat Bugis Barru yang termaktub dalam Elong Pugi Barru, yakni “Ada pa na gau, gau pa na sinrupa, na riletella tongeng.” Falsafah tersebut mengandung makna bahwa perkataan harus sejalan dengan perbuatan sehingga kebenaran dapat diwujudkan dalam kehidupan. Nilai ini menjadi salah satu landasan komunitas dalam menjaga amanah terhadap pusaka, sejarah dan warisan budaya yang diwariskan para leluhur.
Penulis: WAHYU

