Advertisement
Opini
Beranda » Berita » SDPPI Berubah Jadi DJID, Ini Dampaknya bagi Amatir Radio

SDPPI Berubah Jadi DJID, Ini Dampaknya bagi Amatir Radio

BARRU, TERAS WAKTOE. COM—

Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia (KOMDIGI) secara resmi telah melakukan perubahan dari Dirjen SDPPI (Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika) kini telah beralih menjadi DJID (Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital)

Perubahan nomenklatur dari SDPPI menjadi DJID menandai babak baru dalam pengelolaan sektor komunikasi di Indonesia. Transformasi ini merupakan bagian dari penyesuaian pemerintah dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks.

Meski terjadi perubahan struktur, posisi dan keberadaan ORARI sebagai wadah resmi amatir radio tetap tidak berubah. Keanggotaan ORARI dipastikan tidak terdampak secara langsung oleh perubahan tersebut.

DJID tetap memegang peran dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio, termasuk yang digunakan oleh kalangan amatir radio. Dengan demikian, perizinan seperti Izin Amatir Radio (IAR) masih berada dalam kewenangan pemerintah, hanya saja kini berada dalam struktur kelembagaan yang baru.

Besok, SES 8A66PK Resmi Digelar, ORARI lokal Pangkep Gaungkan HUT Kabupaten Pangkep ke-66

Perubahan ini dinilai sebagai momentum untuk mendorong perubahan di tubuh amatir radio. Penguatan sistem digital, integrasi layanan, serta kemungkinan pembaruan regulasi menjadi hal yang tak terelakkan.

Di sisi lain, tantangan juga muncul. Adaptasi terhadap sistem baru, termasuk layanan berbasis digital, menuntut kesiapan para anggota amatir radio agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Sejumlah anggota amatir radio menilai, ke depan amatir radio tidak lagi bisa berdiri hanya sebagai hobi konvensional. Perkembangan teknologi seperti Software Defined Radio (SDR) hingga integrasi jaringan internet menjadi bagian dari arah baru yang perlu direspons.

Perubahan dari SDPPI ke DJID mengarah pada kebijakan yang lebih luas: menuju ekosistem komunikasi yang serba digital.
Bagi ORARI dan para anggotanya, ini adalah seruan perubahan bahwa gelombang radio tetap hidup, sementara cara mengelolanya terus bergerak mengikuti zaman.

-WAHYUDDIN SUYUTI-YB8FBL
Catatan Redaksi : Penulis adalah Alumni Jurusan ilmu Komunikasi Unhas Tahun 1992

Sekjen Orari Pusat : Adaptasi Teknologi Digital Jadi Kunci Masa Depan Orari