Barru, TerasWaktoe.Com —
Sebuah benda lama sering kali menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada usia bendanya. Nilainya dapat tumbuh dari perjalanan, tangan-tangan yang pernah memilikinya, serta kenangan yang menyertai setiap perpindahan.
Bagi Amar, hal itu pula yang membuat benda-benda lama menarik untuk disimpan. Ia melihat setiap pusaka memiliki karakter dan kisah tersendiri. Salah satu yang masih ia ingat adalah sebilah badik yang diperolehnya dari seorang lelaki tua yang ia kenal secara kebetulan.
Kisahnya bermula ditahun 2000, ketika lelaki tua tersebut hendak pulang ke rumahnya. Saat itu, ia meminta bantuan Amar untuk ongkos mobil dengan menawarkan sebuah badik yang dibawanya.
Amar kemudian menyerahkan uang sebesar Rp100.000 kepada lelaki tua tersebut. Namun, lelaki itu tampak terkejut menerima uang sebanyak itu. Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya hanya membutuhkan ongkos untuk pulang.
“Wah, ini terlalu banyak. Saya cuma butuh uang untuk sewa mobil pulang,” kata lelaki tua tersebut.
Amar pun menerima badik itu. Bagi dirinya, uang yang diberikan menjadi bagian dari sebuah peristiwa yang kemudian meninggalkan cerita tersendiri tentang sebuah badik dan orang yang pernah memilikinya.
Selain mengoleksi pusaka berupa parewa bessi, Amar juga memiliki ketertarikan pada batu akik. Sejumlah batu akik ia simpan dan rawat karena masing-masing memiliki karakter, warna, corak, serta keunikan yang berbeda.
“Bagi saya, badik dan batu akik itu bukan soal berapa harganya. Yang saya lihat adalah cerita dan karakter yang ada di dalamnya. Badik punya perjalanan dan sejarahnya sendiri, begitu juga batu akik yang memiliki corak dan keindahan yang berbeda. Justru dari situlah saya merasa tertarik untuk menyimpan dan merawatnya,” kata Amar.
Ketertarikan Amar terhadap batu akik tumbuh dari rasa ingin tahu terhadap keindahan yang tersembunyi di dalam sebuah batu akik.
Bagi Amar, merawat badik dan batu akik adalah bagian dari cara menikmati benda-benda yang memiliki cerita, karakter, dan keindahan. Sebuah benda mungkin memiliki harga ketika berpindah tangan, tetapi cerita yang menyertainya dapat membuat benda tersebut memiliki arti yang jauh lebih dalam.
Penulis:;WAHYUDDIN SUYUTI
*Pimpinan Redaksi TerasWaktoe.Com

