Penulis :H. Abdul Asfat Azis (YC8BLR)
Hasil Ujian Nasional Amatir Radio (UNAR) yang diselenggarakan oleh Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar pada Senin (27/4/2026) mengirimkan sinyal yang patut dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan di Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Jumlah peserta ujian yang menurun serta hasil kelulusan yang belum maksimall memunculkan pertanyaan kritis tentang regenerasi anggota Orari.
Data dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar menunjukkan bahwa peserta UNAR periode April 2026 tercatat 28 orang. Angka ini menurun signifikan dibandingkan periode Oktober 2025 yang mencapai 47 peserta. Meskipun Kepala Balmon Makassar, Muh. Syahid Masyhudi, menyebut hal ini sebagai dinamika yang wajar, penurunan hampir 40% ini menjadi titik perhatian serius. Dominasi kategori Siaga yang masih kuat (25 dari 28 peserta) memang menjadi sinyal positif adanya minat dari pemula, namun hal ini sekaligus membuka pertanyaan mengapa dari sekian banyak Peserta UNAR, yang berhasil lulus kurang dari 50 persen.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang peta jalannya organisasi:
1. Strategi ORLOK/ORDA: Apakah program pembinaan di tingkat lokal dan daerah sudah selaras dengan materi ujian dan kebutuhan kompetensi terkini?
2. Peran Nasional: Mampukah ORARI Pusat merumuskan solusi jangka pendek dan panjang yang terintegrasi? Penurunan peserta UNAR di satu Balmon dan kegagalan di satu ORLOK seharusnya menjadi data untuk merancang program intervensi, misalnya melalui roadshow pelatihan, beasiswa ujian, atau program mentoring berjenjang dari pusat hingga ke daerah.
–Meneropong Jalan Keluar: Antara Adaptasi dan Inovasi
Menjawab tantangan ini, strategi yang perlu diusung harus bersifat dua arah: jangka pendek yang taktis dan jangka panjang yang strategis.
-Jadwal Pendek: Aksi Taktis Kolaboratif
·Kolaborasi ORLOK-ORDA dengan Balmon:
Mengadakan pelatihan intensif pra-UNAR bersama. Seperti yang ditekankan Syahid, UNAR adalah bagian dari penataan frekuensi. Maka, kolaborasi ini bisa menekan potensi gangguan sekaligus meningkatkan angka kelulusan.
-Challenge Rekrutmen: Setiap ORLOK menargetkan merekrut minimal 5 anggota baru dari kalangan muda dengan memanfaatkan media sosial dan kegiatan demonstrasi teknologi radio yang menarik.
· Jadwal Panjang: Cetak Biru Modernisasi Organisasi
· Rebranding dan Kurikulum: Mengintegrasikan amatir radio dengan kegemaran anak muda pada teknologi digital, seperti Software Defined Radio (SDR), komunikasi satelit cubesat, atau aplikasi Internet of Things (IoT). Dengan begitu, radio amatir tidak lagi dipandang sebagai hobi “jadul”.
· Kemitraan Strategis: ORARI perlu membangun kemitraan resmi dengan institusi pendidikan. Amatir radio harus bisa masuk sebagai ekstrakurikuler yang kredibel, mencetak generasi yang tidak hanya Siaga dalam berkomunikasi, tetapi juga siap menjadi inovator teknologi.
Namun, yang jelas, berkurangnya jumlah peserta ujian dan tingkat kelulusan merpakan panggilan untuk segera bertindak. Frekuensi regenerasi harus segera disetel ulang, sebelum sinyalnya benar-benar hilang ditelan zaman.
SALAM SILATURAHMI
:

