Advertisement
Uncategorized
Beranda » Berita » Minim Regenerasi, ORARI Daerah Sulsel Hadapi Ancaman Penurunan jumlah Anggota

Minim Regenerasi, ORARI Daerah Sulsel Hadapi Ancaman Penurunan jumlah Anggota

PANGKEP, TERAS WAKTOE.COM— Sekretaris DPP Organisasi Amatir Radio Indonesia Lokal Pangkep, A. Hidayat Callsign YC8HDY, mengungkapkan kekhawatiran terhadap masa depan ORARI di Sulawesi Selatan, menyusul indikasi menurunnya minat generasi muda terhadap dunia amatir radio.

Keprihatinan itu disampaikan A. Hidayat Callsign YC8HDY saat berbincang dengan Teraswaktoe.com dalam salah satu kegiatan yang melibatkan sejumlah anggota ORARI di Sulawesi Selatan, Jumat 10 April 2026 di Bone-Bone Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.
Perkembangan teknologi komunikasi digital dinilai menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya ketertarikan anak muda untuk bergabung.

Menurutnya, kehadiran telepon pintar yang menawarkan kemudahan dan kecepatan komunikasi membuat generasi muda lebih memilih perangkat tersebut dibandingkan radio komunikasi.

Ia menambahkan, saat ini kegiatan amatir radio di Sulawesi Selatan masih cenderung dipandang sebagai hobi semata, sehingga belum mampu menarik minat kalangan milenial secara luas. “Kegiatan amatir radio dalam pandangan saya masih dianggap sebatas hobi, sementara generasi muda sekarang tampaknya kurang tertarik untuk mendalaminya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan faktor usia anggota yang turut memengaruhi potensi penurunan jumlah anggota.
Berdasarkan pengamatan di berbagai kegiatan ORARI, mayoritas anggota yang aktif saat ini didominasi oleh kalangan berusia sekitar 50 tahun ke atas.

Ratusan Anggota ORARI Hadiri Pernikahan Putri Ubbar Limpo -YB8BC

“Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa regenerasi menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya penggalangan anggota baru hingga saat ini dinilai belum berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan seperti JOTA (Jambore On The Air) memang mampu menarik minat peserta saat pelaksanaan, namun belum efektif dalam menjaga keterlibatan jangka panjang. Antusiasme peserta, kata dia, umumnya hanya berlangsung selama kegiatan dan belum berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Senada dengan pernyataan Sekretaris DPP ORARI Lokal Pangkep, mantan Ketua ORARI Lokal Barru, Usman Abu Callsign YC8DIT, turut menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai penggalangan anggota oleh ORARI daerah Sulawesi Selatan maupun ORARI lokal perlu dioptimalkan .

“Ini perlu menjadi perhatian bersama antara ORARI Daerah dan ORARI Lokal agar pembinaan berlanjut dalam bentuk aksi nyata, agar tidak berhenti pada tataran program.”,ujarnya.

Terkait kegiatan JOTA sebagai sarana pembinaan generasi muda, Usman Abu Callsign YC8DIT menilai pelaksanaannya masih belum maksimal. Kegiatan tersebut, menurutnya, masih sebatas memperkenalkan ORARI dan melatih dasar komunikasi radio tanpa tindak lanjut yang konkret.

Percakapan Terakhir yang Kini Menggema: Irwan Abdul Rahman -YD8EOQ Berpulang

Ia mendorong agar setelah kegiatan JOTA dilakukan langkah lanjutan berupa penyediaan fasilitas radio komunikasi bagi Gerakan Pramuka, mulai dari kwartir cabang (Kwarcab), kwartir ranting (Kwarran), hingga gugus depan.

Menurutnya, keberadaan perangkat radio di lingkungan pramuka memiliki peran strategis, baik sebagai sarana komunikasi alternatif di luar jaringan seluler, dukungan dalam kondisi darurat, maupun untuk melatih kemandirian dan disiplin anggota dalam berkomunikasi.

Pernyataan Keduanya menyimpulkan, tanpa upaya pembinaan dan penggalangan yang berkelanjutan, kekhawatiran terhadap menurunnya jumlah anggota ORARI di Sulawesi Selatan dapat menjadi kenyataan dalam waktu mendatang.

Penulis : WAHYUDIN SUYUTI-YB8FBL

Peringati HUT ke-66 Kabupaten Pangkep, ORARI Pangkep Akan Gelar SES