PINRANG, TERAS WAKTOE. COM— Pertemuan anggota amatir radio lintas lokal di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan tak berhenti pada jabat tangan dan temu kangen. Di balik suasana hangat yang terbangun di kediaman Andi Bahtiar Tombong (YB8ESA), ruang-ruang diskusi ikut hidup, mengalir dari pengalaman, pengetahuan, hingga persoalan teknis yang kerap ditemui .
Obrolan yang semula ringan perlahan mengerucut menjadi pertukaran gagasan. Mereka membahas berbagai hal seputar dunia amatir radio, mulai dari pengurusan callsign, tata cara perizinan, hingga etika berkomunikasi di udara yang kerap menjadi perhatian bersama.

H. Sanre Manike (YB8CAI), menilai bahwa pertemuan seperti ini Tak berhenti pada silaturahmi semata . Menurutnya, momen kebersamaan ini justru menjadi wadah penting untuk saling mengisi dan memperkaya pemahaman antaranggota.
“Pertemuan silaturahmi seperti ini juga menjadi ruang diskusi, yang mengulas berbagai hal mulai dari pengurusan callsign, prosedur administrasi, hingga bagaimana menjaga etika komunikasi di frekuensi,” ujarnya.

Andi Hilaluddin (YE8HPQ) Sekretaris ORARI Daerah Sulawesi Barat menambahkan, pemahaman terhadap operating procedure menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap amatir radio, termasuk di dalamnya etika berkomunikasi di udara.
Menurutnya, kemampuan mengoperasikan perangkat harus berjalan seiring dengan pemahaman aturan komunikasi yang benar.
“Operating procedure itu , tak terpaku pada pembahasan teknis, tetapi juga bagaimana kita bersikap di udara. Mulai dari cara memanggil, memberi jeda, hingga menghormati pengguna frekuensi lain, semua ada aturannya. Ini penting dipahami agar komunikasi berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan,” ujarnya.
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI-YB8FBL
-Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab.Barru Sulawesi Selatan

