BARRU, TERASWAKTOE.COM — Menyikapi keluhan warga terkait debu batubara di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bawasalo, Kabupaten Barru, pihak PLTU memperkuat sejumlah langkah pengendalian untuk mengurangi potensi penyebaran debu ke lingkungan permukiman.
Asisten Manajer Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) PLTU Barru Rahmat Kamaruddin dan Asisten Manajer Administrasi Muhamad Budi Setiawan menjelaskan, penyebaran debu dipengaruhi oleh kondisi angin dan cuaca. Saat kecepatan angin meningkat, debu dari area penumpukan batubara berpotensi terbawa ke lingkungan warga.
Menurut pihak PLTU, kondisi cuaca ekstrem juga dapat meningkatkan potensi debu beterbangan. Karena itu, sejumlah langkah dilakukan, mulai dari mengurangi ketinggian tumpukan batubara hingga memperkuat penghalang di sekitar area penumpukan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas area penempatan batubara sehingga ketinggian tumpukan dapat dikurangi. Jika sebelumnya tumpukan dapat mencapai sekitar 15 meter, kini diupayakan tidak lebih dari sekitar 7 meter, bahkan diupayakan kurang dari itu.
“Jika sebelumnya tumpukan dapat mencapai sekitar 15 meter, kini diupayakan tidak lebih dari sekitar 7 meter, bahkan diupayakan kurang dari itu,” jelas Muhamad Budi Setiawan.
Sementara itu, Rahmat Kamaruddin mengatakan PLTU juga memasang paranet di sekitar area penumpukan batubara. Paranet tersebut digunakan sebagai penghalang untuk mengurangi debu yang terbawa angin. Karena debu masih ditemukan, pemasangan paranet akan kembali ditambah.
“Masih ada debu yang beterbangan. Karena itu, kami akan kembali memasang paranet untuk memperkuat penghalang di sekitar area penumpukan,” ujar Rahmat Kamaruddin.
Pengendalian juga dilakukan dengan penyiraman batubara tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan sore. Penyiraman bertujuan menjaga kelembapan batubara sehingga potensi debu beterbangan dapat ditekan. Penyiraman juga dilakukan pada jalan di sekitar kawasan, termasuk jalan yang digunakan warga.
Respon terhadap kebutuhan masyarakat juga dilakukan melalui penyediaan air. PLTU telah menempatkan 10 tandon air di sejumlah titik, dengan pasokan air disebut mencapai sekitar 12 ton per hari. Selain itu, PLTU memberikan bantuan berupa sembako kepada warga sebagai bagian dari penanganan dampak yang dirasakan masyarakat.
Untuk mengantisipasi kekhawatiran mengenai kesehatan, Rahmat Kamaruddin menambahkan bahwa PLTU Barru juga melakukan pembagian masker serta pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi warga yang berada di Ring satu.
Bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, PLTU akan mendampingi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan apabila terdapat indikasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas PLTU.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLTU merespons keluhan warga sekaligus mengurangi potensi penyebaran debu batubara ke lingkungan permukiman. Pihak PLTU menyatakan akan terus memperkuat pengendalian, termasuk menambah pemasangan paranet dan melakukan langkah-langkah lain sesuai kondisi di lapangan.
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI

