Advertisement
Hukum/Kriminal
Beranda » Berita » Viral di TikTok Kapolres Barru, Momen Tahanan Peluk Anak Mengundang Haru Warganet

Viral di TikTok Kapolres Barru, Momen Tahanan Peluk Anak Mengundang Haru Warganet

Barru, Teraswaktoe.com —

Sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok Kapolres Barru @anandafauziharahap menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tayangan yang memperlihatkan momen pertemuan seorang tahanan dengan anaknya di ruang tahanan Polres Barru itu menghadirkan keharuan bagi banyak warganet.

Dalam video tersebut terlihat seorang ayah yang sedang menjalani proses hukum duduk memeluk anaknya dengan penuh kerinduan. Sang anak berada di pangkuannya,sementara suasana di ruang tahanan terasa hening oleh pertemuan yang sarat makna itu.

Meski berlangsung singkat, momen tersebut menjadi pengobat rindu bagi keduanya.

Kapolres Barru Apresiasi Distribusi Sembako Baznas, Bhabinkamtibmas Ikut mengawal dan mendampingi Penyaluran

Pertemuan tersebut terjadi setelah Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, memberikan izin kepada tahanan untuk dapat bertemu dengan buah hatinya di bulan suci Ramadan. Kebijakan itu pun menuai ribuan apresiasi positif dari nitizen yang menyaksikan video tersebut.

Di kolom komentar TikTok, berbagai reaksi warganet bermunculan diantaranya . Salah seorang pengguna menuliskan, “Gini aja aku nangis,” menggambarkan betapa menyentuhnya momen pelukan ayah dan anak tersebut. Komentar lain juga memberikan apresiasi dengan menulis, “Respect pak komandan.” Sementara pengguna lainnya menuliskan, “Pelukan bapak yang selalu dirindukan anak.”

Terpisah Ketua Dewan Pertimbangan dan Penasehat ORARI lokal Kabupaten Barru , Ridwan Daeng Malewa turut memberikan penilaian positif terhadap sikap yang ditunjukkan Kapolres Barru.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa penegakan hukum tetap dapat berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan.

Kapolres Barru Apresiasi Distribusi Sembako Baznas, Bhabinkamtibmas Ikut mengawal dan mendampingi Penyaluran

“Ini sikap yang patut diapresiasi. Penegakan hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya, namun empati terhadap sisi kemanusiaan juga tetap dijaga. Apalagi di bulan Ramadan, ” ujar Ridwan DM saat dimintai tanggapannya.

Ia menilai sikap tersebut mencerminkan kepemimpinan yang bijak dari aparat penegak hukum, dimana ia tetap dapat menjalankan tugas secara tegas tanpa menutup ruang bagi nilai kemanusiaan.

-WAHYUDIN SUYUTI-