Barru, TerasWaktoe.com —
Silaturahmi anggota ORARI yang aktif berkomunikasi di frekuensi 7.050 MHz (40 Meter Band) di Kedai Mamy Upi, Jalan Anggrek, Kota Barru,Sulawesi Selatan berkembang menjadi ajang diskusi ringan membahas masa depan organisasi.
Pertemuan tersebut dihadiri anggota amatir radio dari sejumlah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang selama ini rutin stand by dan berinteraksi melalui gelombang udara. Tatap muka ini mempertemukan para operator yang sebelumnya lebih sering bersua lewat frekuensi 7.050 MHz.
Selain mempererat hubungan persaudaraan, silaturahmi dimanfaatkan untuk bertukar pandangan terkait keberlanjutan ORARI di tengah perkembangan teknologi komunikasi. Diskusi berlangsung santai namun sarat gagasan, melibatkan anggota dari tingkat Siaga, Penggalang hingga Penegak.

H. Hajar (YB8HZ) menyampaikan pentingnya regenerasi dalam tubuh organisasi. Ia menyebut, mayoritas anggota yang aktif saat ini berada pada kisaran usia 50 hingga 70 tahun sehingga perlu langkah konkret untuk menyiapkan generasi penerus.
“Silaturahmi ini penting untuk menjaga kebersamaan, tetapi kita juga harus memikirkan bagaimana ORARI lima sampai sepuluh tahun ke depan. Regenerasi harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Para peserta berharap forum silaturahmi yang disertai diskusi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala agar ORARI tetap solid, , dan mampu menarik minat generasi muda.
Penulis: WAHYUDDIN SUYUTI (YB8FBL)

