Advertisement
Opini
Beranda » Berita » Perbedaan Pandangan sebagai Dinamika, ORARI Dituntut Perkuat Kematangan Organisasi

Perbedaan Pandangan sebagai Dinamika, ORARI Dituntut Perkuat Kematangan Organisasi

BARRU, SULSEL-TERAS WAKTOE—
Aktivitas organisasi yang terus berkembang di tubuh Organisasi Amatir Radio Indonesia membawa konsekuensi pada munculnya ragam pandangan di kalangan pengurus dan anggota .

Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika yang wajar dalam organisasi yang hidup dan aktif.

Sejumlah kalangan menilai, perbedaan pandangan justru dapat menjadi energi positif sepanjang dikelola dalam koridor organisasi. Namun, tanpa pengelolaan yang matang, dinamika tersebut berpotensi menimbulkan jarak komunikasi yang berdampak pada efektivitas program.

Dalam praktiknya, perbedaan sering muncul dalam penyusunan kebijakan, prioritas kegiatan, hingga pendekatan dalam membangun relasi organisasi. Perbedaan latar belakang, pengalaman, serta generasi turut memberi warna dalam proses pengambilan keputusan.

Momentum pemilihan pengurus menjadi salah satu fase yang paling mencerminkan dinamika tersebut, di mana perbedaan pilihan dan dukungan muncul lebih terbuka sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi.

Perbedaan Pandangan sebagai Dinamika, ORARI Dituntut Perkuat Kematangan

Pngalaman di beberapa kepengurusan ORARI menunjukkan bahwa dinamika internal dapat berkembang lebih jauh apabila tidak disertai mekanisme komunikasi yang kuat dan kepatuhan terhadap aturan organisasi. Karena itu, penguatan sistem musyawarah dan konsistensi pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menjadi hal yang penting.

Selain itu, keterbukaan dalam dialog serta kemampuan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi dinilai sebagai kunci dalam menjaga keharmonisan. Organisasi yang sehat bukan yang tanpa perbedaan, melainkan yang mampu mengelola perbedaan menjadi keputusan bersama.

Pengurus di berbagai tingkatan diharapkan dapat menjaga ritme komunikasi yang seimbang, sehingga setiap pandangan dapat tersalurkan tanpa menimbulkan gesekan yang tidak perlu.

Dengan pendekatan tersebut, ORARI diharapkan tetap menjadi ruang bersama bagi para amatir radio untuk berkembang, berkontribusi, dan menjaga semangat kebersamaan di tengah perubahan zaman.
Penulis ; WAHYUDDIN SUYUTI-YB8FBL

Catatan Redaksi ;Penulis adalah Wakil Ketua ORARI Lokal Kabupaten Barru Sulsel , Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin Tahun 1992.

Minim Regenerasi, ORARI Daerah Sulsel Hadapi Ancaman Penurunan jumlah Anggota