MAKASSAR, TERASWAKTOE.COM — Organisasi Amatir Radio Indonesia Daerah Sulawesi Selatan (Orda Sulsel) menyatakan kesiapan untuk menanggung sebagian biaya pembuatan papan callsign bagi anggota yang mengikuti Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) maupun perpanjangan Izin Amatir Radio (IAR).
Hal tersebut disampaikan Ketua ORARI Daerah Sulsel melalui Kepala Bidang Operasi dan Teknik Ir. ,H.Arfan Tualle. MBA (callsign YB8DKL), saat dikonfirmasi Teraswaktoe.com, Jumat (10/4/2026).
Arfan menjelaskan, pada beberapa tahun sebelumnya, Orda Sulsel bersama ORARI Lokal (Orlok) pernah memfasilitasi pembuatan papan callsign bagi anggota yang telah mengikuti UNAR atau memperpanjang IAR. Saat itu, skema pembiayaan dilakukan secara bersama, masing-masing sebesar 50 persen antara Orda dan Orlok.
Namun, lanjutnya, perubahan sistem transfer dana dari ORARI Pusat (Orpus) ke Orlok menjadi salah satu penyebab terhentinya program tersebut. Jika sebelumnya aliran dana ke Orlok melalui Orda, kini mekanismenya berbeda dimana saat ini sistem transfer langsung ke Orlok sehingga berdampak pada keberlanjutan fasilitasi pembuatan papan callsign.
“Di situlah awal program ini sempat terhenti, karena sistem pendanaan sudah tidak seperti sebelumnya,” jelas Arfan.
Meski demikian, Orda Sulsel kembali membuka peluang bagi anggota yang ingin membuat papan callsign. Ia menyebutkan, pembuatan tetap harus mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku, sementara sebagian biaya akan difasilitasi oleh Orda dengan standar harga Rp. 25.000
“Kalau papan callsign ingin dibuat, silakan. Sepanjang sesuai regulasi, sebagian biayanya akan kami bantu fasilitasi,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong kembali semangat anggota amatir radio di Sulawesi Selatan dalam melengkapi identitas stasiun mereka, sekaligus memperkuat tertib administrasi dan etika komunikasi di udara.
Penulis :WAHYUDIN SUYUTI-YB8FBL
Foto : Ist

