Advertisement
Ekonomi
Beranda » Berita » Dukung Investasi PT Conch, Dr. H.Abd.Hajar Siang: Barru Harus Berpikir Terbuka dan Bergerak Maju

Dukung Investasi PT Conch, Dr. H.Abd.Hajar Siang: Barru Harus Berpikir Terbuka dan Bergerak Maju

 

BARRU, Teraswaktoe.com —
Rencana PT Conch untuk berinvestasi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, memantik perhatian banyak pihak. Ada yang mendukung, ada pula yang menolak. Salah satu pandangan yang mengemuka datang dari Dr. H. Abd. Hajar Siang, tokoh asal Barru yang memiliki pengalaman panjang di berbagai perusahaan berskala internasional dan beberapa kali menduduki jabatan Manajer.

Dalam keterangan  melalui pesan Whatsap kepada Teraswaktoe. Com , Jumat 15 Nopember 2025, Hajar Siang menguraikan bahwa kemajuan sebuah daerah biasanya bertumpu pada tiga fondasi utama: sumber daya alam, kekuatan ekonomi, dan kapasitas SDM. Ketika ketiganya bertemu dengan kehadiran investor yang tepat, pemerintah dan masyarakat seharusnya memberi ruang—dengan catatan seluruh proses diawali kejelasan hukum, termasuk melalui Letter of Agreement.

“Experience is the best teacher, pengalaman adalah guru yang sangat berharga,” ujarnya. Menurutnya, dari pengalaman itu dapat dilihat bahwa banyak daerah mampu maju karena kehadiran investor.

Ia mencontohkan pengalamannya saat bekerja di PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Sejak beroperasi pada 1999, perusahaan tersebut tetap stabil dan menjadi pusat aktivitas ekonomi di Kutai Timur. Pada masa jayanya, KPC menaungi sekitar 100 ribu karyawan, dari buruh hingga direktur, serta didukung ratusan kontraktor dan subkontraktor.

Dukungan Menguat untuk Investasi PT Conch, Tokoh Barru Minta Daerah Lebih Terbuka dan Visioner

Dalam rentang panjang operasinya, gangguan besar hanya terjadi sekali—banjir akibat jebolnya bendungan pada 2021 yang surut sehari kemudian. “Kami tahu persis keadaannya karena pada 2000 saya menjadi konsultan asing KPC,” tuturnya.

Selain KPC, ia menyebut empat perusahaan tambang besar lain di Kutai Timur serta industri semen dan energi yang ikut menopang perekonomian. Kutai Timur, yang baru berusia sekitar 26 tahun, kini masuk jajaran daerah dengan pendapatan terbesar di Indonesia. “Daerah muda, tapi kemajuannya luar biasa,” katanya.

Bagi Hajar Siang, keberhasilan daerah-daerah tersebut menjadi cermin bagi Kabupaten Barru. Dibutuhkan sinergi seluruh komponen—pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha—untuk menciptakan perubahan. Ia mengutip pesan Al-Qur’an:

“Innallaha laa yughayyiru maa biqoumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim.”
Allah tidak mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang mengubahnya.

Karena itu, menurutnya, perdebatan yang tidak produktif sebaiknya dihentikan. Jika suatu investasi membawa manfaat luas dan tidak menimbulkan mudarat bagi masyarakat, maka daerah harus mampu bersikap terbuka.

Syahrul Ramdani Tegaskan Pentingnya MoU Tegas dengan PT Conch, “Jika Melanggar, Cabut Izin Operasional”

Dalam konteks rencana investasi PT Conch, ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan besar harus disertai kebijakan yang jelas mengenai penyerapan tenaga kerja lokal. Tokoh yang telah berkecimpung lebih dari 15 tahun di perusahaan asing, BUMN, dan BUMD itu meminta agar minimal 80 persen tenaga kerja berasal dari Barru, termasuk pada posisi tenaga ahli.

H.Abd.Hajar Siang menilai sebuah daerah tidak akan bergerak maju jika hanya mengandalkan APBD. Kehadiran banyak investor justru akan memperluas lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian.

Dr. H. And Hajar Siang sendiri, selain memiliki pengalaman panjang di sejumlah perusahaan besar, Ia juga memiliki rekam jejak yang kuat dalam dunia politik. Ia pernah memimpin DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kutai Timur, dan di bawah kepemimpinannya berhasil mengantarkan dirinya terpilih sebagai Anggota DPRD Kutai Timur, sekaligus menjabat Ketua Fraksi serta Wakil Ketua Komisi D yang membidangi pembangunan dan penataan kota.

Tak hanya itu, ia juga pernah dipercaya memimpin DPD Partai Bulan Bintang (PBB) Kutai Timur di bawah kepemimpinan nasional Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra. Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu tokoh daerah yang memahami dinamika pembangunan dari dua sisi sekaligus: dunia industri dan panggung politik.
Penulis : WAHYU

 

Hari ini Forum Lembaga dan Media Barru Gelar Diskusi Publik Bahas Investasi PT Conch