Barru, TerasWaktoe.com —
Ketua HIPMI Sulawesi Selatan, bidang Pendidikan, Inovasi, Pemuda, Olahraga, kesehatan, ketenagakerjaan dan vokasi, Harianto Albar mendorong Pemerintah Kabupaten Barru segera menetapkan grand desain pembangunan ekonomi yang terarah dengan menjadikan Pelabuhan Garongkong sebagai simpul utama penguatan sektor perikanan dan peternakan.
Menurutnya, Barru tidak boleh terus berada dalam posisi tanpa fokus sektor unggulan. Ia menilai daerah harus berani menentukan arah strategis agar potensi lokal bisa dioptimalkan dan mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
“Barru harus punya arah yang jelas. Tidak bisa semua sektor dikembangkan tanpa fokus. Harus ada pilihan strategis yang dikerjakan serius dari hulu ke hilir,” ujar Harianto.
Ia melihat sektor perikanan dan peternakan sebagai pilihan paling realistis karena telah melekat dalam aktivitas keseharian masyarakat. Komoditas seperti ikan bandeng (bolu), udang, ayam petelur, ayam pedaging, sapi, dan kambing dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam skala industri.
Namun, menurutnya, penguatan sektor produksi saja tidak cukup tanpa dukungan infrastruktur distribusi yang memadai. Di sinilah Pelabuhan Garongkong dinilai memiliki posisi strategis.
Harianto menilai Garongkong dapat menjadi pintu ekspor dan pusat logistik pangan pesisir jika dikelola secara maksimal dan terintegrasi dengan kebijakan produksi daerah.
“Jika Pelabuhan Garongkong diaktifkan secara optimal, maka produk perikanan dan peternakan Barru bisa naik kelas. Bukan hanya memenuhi pasar lokal, tetapi menyuplai daerah lain bahkan berorientasi ekspor,” jelasnya.
Ia memandang Garongkong sebagai pelabuhan alam yang berpotensi menjadi alternatif distribusi logistik bagi kawasan Sulawesi dan Indonesia Timur, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Harianto, integrasi antara pelabuhan, sentra produksi, industri pengolahan, hingga kepastian rantai pasar akan menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Tanpa integrasi tersebut, potensi produksi dikhawatirkan tidak memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain penetapan sektor unggulan, ia juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan lintas kepemimpinan agar arah pembangunan tidak berubah setiap pergantian kepala daerah.
“Lima hingga sepuluh tahun cukup untuk membangun fondasi ekonomi yang kokoh, asalkan grand desainnya konsisten dan dijalankan dengan komitmen bersama,” katanya.
Harianto juga menilai serius fenomena migrasi generasi muda Barru ke luar daerah. Ia menilai kondisi itu dipicu terbatasnya ruang ekonomi di kampung halaman. Dengan adanya ekosistem usaha yang terintegrasi dan berbasis potensi lokal, ia optimistis anak muda akan memiliki peluang untuk berkembang di daerah sendiri.
Menurutnya, pembangunan ekonomi memang tidak berlangsung instan. Proses pembinaan akan melahirkan generasi muda yang mandiri dan mampu menjadi penggerak bagi generasi berikutnya.
“Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Harus direncanakan dan dikerjakan secara konsisten. Kalau itu dimulai sekarang, enam sampai sepuluh tahun ke depan kita bisa melihat hasilnya,” ujarnya.
Ia berharap Barru ke depan menjadi daerah dengan rantai pasar yang jelas, UMKM yang tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, serta pemuda yang memilih kembali karena peluang tersedia.
“Potensi gotong royong dan kolaborasi kita kuat. Tinggal bagaimana kepemimpinan dan perencanaan diarahkan dengan tegas. Harapan kita, Barru sejahtera dan anak mudanya mandiri,” tutup Harianto.
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI

