Barru, Teraswaktoe.com —
Momentum penutupan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2025 berlangsung hangat dan penuh antusias di Lapangan Sepak Bola Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Rabu sore (30/07). Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., hadir langsung menandai berakhirnya turnamen bergengsi yang selama lebih dari sebulan menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola di daerah ini.
Penutupan turnamen diawali dengan partai final antara PS Putra Sigi melawan PS POP Barru yang berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk PS Putra Sigi. Pertandingan dipimpin oleh wasit utama Baslim, didampingi asisten wasit Risas Nur dan Amiruddin Ngandro.
Dalam sambutannya, Bupati Barru mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya turnamen ini yang diikuti 24 tim. Ia memberi apresiasi kepada panitia, perangkat pertandingan, dan seluruh pemain yang berhasil menjaga sportivitas.
“Turnamen ini bersih, tidak ada ‘kong kali kong’. Ini karena kecintaan kita bersama terhadap sepak bola. Semangat ini yang harus terus dijaga,” ujar Andi Ina.
Bupati juga menyoroti tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola sebagai olahraga pemersatu. Ia mencatat bahwa selama tahun ini Barru telah menggelar tiga event besar: Liga Ramang, Praporprov, dan Bupati Cup 2025.
Lebih jauh, ia menyampaikan terima kasih kepada Tim ASKAB PSSI Barru atas keberhasilan lolos ke ajang Porprov Sulsel yang akan digelar di Kabupaten Wajo dan Bone. Ia berkomitmen hadir langsung mendukung tim Barru bersama Wakil Bupati, Kapolres, dan unsur Forkopimda.
Andi Ina menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, turnamen Bupati Cup akan digelar rutin setiap tahun sebagai ajang silaturahmi dan pencarian bibit olahraga.
“Saya yakin olahraga mampu mempererat persaudaraan, sekaligus menggerakkan ekonomi dan semangat daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang juga Ketua PSSI Barru, menyoroti dampak ekonomi lokal yang sangat terlihat selama turnamen berlangsung. Ia menyebut perputaran ekonomi yang tercipta sangat besar, termasuk ramainya UMKM setiap pertandingan.
“Bahkan ada klub yang mengeluarkan dana ratusan juta. Ini menunjukkan efek ekonomi riil yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Piala bergilir tahun ini juga menarik perhatian karena dibuat dari kayu tua berusia lebih dari 100 tahun oleh anak muda kreatif Barru—menjadi simbol kekuatan dan karakter lokal.

