JAKARTA ,Teras waktoe.com—
Pengabdian panjang di tingkat kelurahan membentuk Istambul Afrikana sebagai sosok birokrat yang matang dan dekat dengan realitas pelayanan warga di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saat ini, ia dipercaya memimpin Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, wilayah strategis yang menjadi simpul aktivitas pemerintahan, bisnis, dan kehidupan sosial ibu kota.
Jejak hidup Istambul berakar kuat dari daerah. Ia menamatkan pendidikan SMA di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kemudian menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas), angkatan 1987.
Nilai kedisiplinan dan orientasi pelayanan publik telah ia kenal sejak dini; orang tua Istambul Afrikana pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pos pada era 1980-an, sebuah profesi yang identik dengan pelayanan dan kepercayaan publik.
Karier birokrasi Istambul tumbuh melalui proses panjang dan konsisten. Ia pernah mengemban amanah sebagai Lurah Karet Semanggi selama tujuh tahun, dari 2013 hingga 2020, sebelum kemudian dipercaya memimpin Kelurahan Manggarai Selatan, kawasan dengan dinamika sosial yang menuntut ketegasan, kepekaan, dan kemampuan komunikasi yang kuat.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah capaian penting berhasil ditorehkan. Salah satu yang paling menonjol ialah keberhasilan mewujudkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau nol buang air besar sembarangan di wilayah tugas sebelumnya. Program tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kesadaran kolektif warga.
Di luar tugas struktural pemerintahan, Istambul Afrikana juga aktif dalam dunia organisasi alumni. Ia dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) FISIP Unhas wilayah Jabodetabek periode Tahun 2025 hingga 2029, sebuah peran yang mempertemukan pengalaman birokrasi dengan jejaring intelektual dan profesional lintas sektor. Selain itu Istambul Afrikana juga diberi amanah sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Daerah Barru (KKDB)
Kini, di Kelurahan Karet Kuningan, fokus kerjanya diarahkan pada pembinaan wilayah dan penguatan kualitas pelayanan publik. Ia terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan, termasuk memimpin tes lapangan bagi petugas PPSU dan PJLP, sebagai bagian dari upaya memastikan sumber daya manusia kelurahan bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Dengan latar pendidikan komunikasi, pengalaman birokrasi yang teruji, serta nilai pengabdian yang berakar dari keluarga dan daerah asalnya, Istambul Afrikana yang kebetulan satu Alumni dari komunikasi Unhas dengan Penulis, dikenal sebagai birokrat tulen yang menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai pusat seluruh pengabdiannya.
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI

