Lima tahun menjadi ukuran penting bagi sebuah organisasi untuk menakar konsistensi dan arah perjuangannya. Pada titik inilah Aliansi Federasi Perjuangan Indonesia (AFPI) berada, ketika peringatan Milad ke-5 disandingkan dengan semangat Hari Bela Negara.
Dalam konteks tersebut, Pimpinan Redaksi Teras Waktoe.Com- Wahyuddin Suyuti -berbincang dengan Sekretaris Dewan Pendiri sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional AFPI, Dr. Hc. H. Abdul Hajar Siang, guna menggali perjalanan organisasi, tantangan yang dihadapi, serta pandangannya mengenai bela negara, persatuan, dan tanggung jawab kebangsaan di tengah perubahan zaman.
Berikut petikan wawancara Teras Waktoe dengan Dr. Hc. H. Abdul Hajar Siang:
-Teras Waktoe: Milad AFPI ke-5 bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara. Sejauh mana momentum ini Anda maknai bagi organisasi?
*Abdul Hajar Siang: Momentum ini sangat strategis. Milad ke-5 menjadi ruang refleksi atas apa yang sudah dan belum kami lakukan. Ketika disandingkan dengan Hari Bela Negara, pesannya semakin jelas bahwa keberadaan AFPI harus selalu berpijak pada kepentingan bangsa dan negara, terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
-Teras Waktoe: AFPI berdiri pada 2021. Apa latar belakang utama pendiriannya saat itu?
*Abdul Hajar Siang: AFPI lahir dari keprihatinan dan kesadaran kolektif para pendiri yang berasal dari berbagai daerah dan latar budaya. Kami melihat perlunya sebuah wadah perjuangan yang mampu menjembatani keberagaman dalam satu tujuan besar, menjaga keutuhan NKRI serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
-Teras Waktoe: Dalam lima tahun perjalanan, tantangan apa yang paling terasa dihadapi AFPI?
*Abdul Hajar Siang: Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi. Organisasi dengan jaringan luas tentu menghadapi dinamika internal dan eksternal. Tidak semua rencana dapat terwujud dalam waktu singkat, namun kami meyakini perjuangan adalah proses panjang yang harus dijalani dengan niat baik, kebersamaan, dan kesungguhan.
-Teras Waktoe: Saat ini AFPI telah memiliki struktur di hampir seluruh provinsi. Bagaimana Anda melihat perkembangan tersebut?
*Abdul Hajar Siang: Saat ini AFPI telah memiliki kepengurusan di 36 provinsi serta ratusan Dewan Pimpinan Daerah. Ini capaian yang patut disyukuri, sekaligus tanggung jawab besar. Jaringan nasional harus diiringi dengan kualitas pengabdian dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
-Teras Waktoe: Dalam konteks Hari Bela Negara, bagaimana AFPI memaknai konsep bela negara itu sendiri?
*Abdul Hajar Siang: Bela negara tidak boleh dipersempit pada aspek pertahanan fisik. Bela negara hari ini terwujud melalui upaya menjaga persatuan, merawat kebhinekaan, memperkuat solidaritas sosial, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
-Teras Waktoe: Kegiatan bakti sosial menjadi bagian dari rangkaian Milad AFPI ke-5. Apa pesan yang ingin disampaikan?
*Abdul Hajar Siang: Bakti sosial adalah wujud nyata dari nilai bela negara. Organisasi harus hadir di lapangan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di situlah perjuangan menemukan maknanya.
-Teras Waktoe: Di tengah berbagai tantangan kebangsaan saat ini, apa pesan utama Anda terkait persatuan nasional?
*Abdul Hajar Siang: Persatuan dan kesatuan adalah fondasi kekuatan bangsa. Tanpa persatuan, kita akan mudah rapuh menghadapi tantangan apa pun. Kebersamaan harus terus dijaga sebagai pegangan bersama.
-Teras Waktoe: Apa harapan dan arah perjuangan AFPI setelah memasuki usia lima tahun?
*Abdul Hajar Siang: AFPI harus semakin solid,
konsisten, dan tidak kehilangan arah perjuangan. Kami ingin AFPI terus menjadi kekuatan moral yang menjaga persatuan, menanamkan nilai kebangsaan, dan setia mengabdi kepada bangsa dan negara.
-Wahyuddin Suyuti-

