MAKASSAR, Teraswaktoe.com —
Upaya mengenalkan seni rupa kepada generasi muda terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Di tengah kuatnya dominasi ruang digital dalam kehidupan sehari-hari, guru seni rupa juga dituntut menghadirkan pendekatan baru: memanfaatkan media online, sebagai ruang apresiasi dan diskusi karya seni Rupa bagi siswa.
Achmad Fauzi,(55) anggota Makassar Art Initiative Movement (MAIM) yang juga guru seni rupa SMP Negeri 20 Makassar, menilai platform yang dekat dengan keseharian pelajar ini mampu menjadi jembatan efektif untuk memperluas pembelajaran di luar kelas. “Selain pameran dan bedah karya, ada cara lain untuk memperkenalkan seni rupa kepada masyarakat, terutama kepada siswa. Salah satunya dengan memanfaatkan media online sebagai medium interaktif,” ujar Achmad Fauzi kepada Teraswaktoe.com, Selasa, 25 November 2025.

Menurutnya, metode ini mendorong keterlibatan siswa jauh lebih aktif dibandingkan pembelajaran tatap muka yang kerap berbatas waktu. Melalui grup WA, siswa dapat mengakses berbagai informasi seni rupa—mulai dari artikel, ulasan pameran, hingga profil perupa, secara cepat dan mudah.
Untuk memantik diskusi, kata Ahmad Fauzi Guru Seni rutin mengirimkan materi bacaan beserta tugas refleksi. Pertanyaan yang disampaikan meliputi isi artikel, tema pameran, nama perupa , hingga judul dan konsep karya yang ditampilkan. Jawaban ditulis tangan oleh siswa sebelum dikumpulkan, dan sebagian kembali dibacakan di kelas .
Menurut Instruktur guru seni Tingkat Nasional ini, Respons siswa cukup menggembirakan. Banyak dari mereka tak hanya memberikan komentar singkat, tetapi juga menyampaikan analisis yang lebih mendalam.
Melalui interaksi tersebut, siswa semakin mengenal berbagai perupa, mulai dari seniman lokal hingga seniman nasional maupun Seniman Internasional.
Penulis: Wahyuddin Suyuti

