Advertisement
Daerah
Beranda » Berita » Siti Fathiyyah Azizah( YC8BUL) , Bukti Semangat Muda di Dunia Amatir Radio

Siti Fathiyyah Azizah( YC8BUL) , Bukti Semangat Muda di Dunia Amatir Radio

 

PANGKEP, TerasWaktoe.com —
Operator amatir radio dari Orari Lokal Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan
Siti Fathiyyah Azizah (17 Thn) callsign YC8BUL berhasil meraih juara pertama dalam ajang Malang Raya DX Contest (MRDXC) 2025 yang digelar oleh ORARI Lokal Malang Raya pada 20–21 September 2025.

YC8BUL tampil sebagai pemenang pada kategori Single Operator Low Power Indonesia Advance Class dengan perolehan skor 213.950 poin. Hasil tersebut diperoleh dari 320 kontak komunikasi (QSO) dan 55 multiplier pada band 40 meter dan 10 meter SSB.
Piagam penghargaan yang diterima ditandatangani oleh Dra. Endah Winarti (YB3VI ) selaku Ketua ORARI Lokal Malang Raya, serta Syaiful Arif ( YE3CIF) sebagai Manajer Kontest

Monumen Perjuangan di Jantung Kota Barru, Jejak Sejarah yang Tak Boleh Dilupakan

Sebelumnya, Fathiyyah juga telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional. Ia pernah menerima Plakat dan Sertifikat Internasional dari The Radio Amateurs’ Journal atas keberhasilannya meraih Juara Kategori Youth Overlay, Oceania pada CQ World Wide DX Contest 2024 (SSB).

Tidak hanya itu, dalam ajang South Jakarta DX Contest (SJDx Contest) 2025, Fathiyyah juga tampil gemilang dengan meraih Juara Pertama Kategori YL (Young Lady).

Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan semangat dan kemampuan YC8BUL sebagai operator dari kalangan milenial yang terus berkembang di dunia amatir radio.

Menurut Fathiyyah, kegiatan amatir radio memberi banyak pelajaran berharga.
“Saya menyukai dunia amatir radio karena di sini saya bisa belajar banyak hal , tentang komunikasi, kerja sama, disiplin, dan ketelitian. Setiap lomba memberi pengalaman baru dan memacu semangat untuk terus berlatih. Bagi saya, amatir radio adalah cara untuk mengasah kemampuan dan berbuat sesuatu yang positif,” ujarnya.
Penulis : YB8 FBL

Shalat idul Fitri 1 Syawal 1447 H bagi warga Muhammadiyah di Masjid Nurultajdid Pepabri Batal Digelar, Penolakan Warga Picu Ketegangan