Advertisement
Daerah
Beranda » Berita » Awang Faroek di Mata Dr. H. Abd. Hajar Siang: Sebuah Foto, Sebuah Jejak Pembangunan Kutai Timur

Awang Faroek di Mata Dr. H. Abd. Hajar Siang: Sebuah Foto, Sebuah Jejak Pembangunan Kutai Timur

KUTAI TIMUR,TERASWAKTOE.COM
Sebuah foto lama kembali membuka cerita tentang sebuah masa ketika Kabupaten Kutai Timur sedang bertumbuh. Di dalam bingkai itu, Alm. Prof. Dr. Awang Faroek Ishak tampak bersama Dr. HC. H. Abd. Hajar Siang. Di balik kebersamaan tersebut, tersimpan cerita tentang gagasan, pembangunan, dan perjalanan panjang Kabupaten Kutai Timur, termasuk pembangunan Masjid Al Faroak Sangatta.

Foto itu membawa Abd. Hajar Siang kembali ke awal tahun 2000-an. Saat itu, ia masih aktif di lembaga legislatif dan menjadi salah satu mitra pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan Kabupaten Kutai Timur yang baru berdiri.

Menurut Abd. Hajar Siang, pembangunan Masjid Al Faroak Sangatta mulai dirintis sekitar 2001–2002. Masjid yang berdiri megah dengan tiga lantai itu kemudian terus berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai sarana dan prasarana, baik di dalam masjid, bagian luar maupun lingkungan sekitarnya, terus dilengkapi dan dibenahi.
Ia memperkirakan biaya pembangunan yang telah terserap hingga kini mencapai kurang lebih Rp1 triliun. Pembangunan masjid tersebut juga telah melewati beberapa kali pergantian kepala daerah, namun proses pengembangan dan penyempurnaannya terus berjalan.

Bagi Abd. Hajar Siang, pembangunan Masjid Al Faroak tidak dapat dipisahkan dari suasana pembangunan Kutai Timur pada masa awal berdirinya kabupaten tersebut. Ketika itu, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi yang membidangi pembangunan sekaligus terlibat dalam Badan Anggaran. Dalam kapasitas tersebut, ia ikut membahas dan menentukan arah pembangunan serta penggunaan anggaran daerah pada periode awal Kutai Timur.

Keterlibatannya tidak hanya pada pembangunan masjid. Abd. Hajar Siang juga menyebut dirinya sebagai salah satu tokoh yang ikut mendorong gagasan pengembangan kawasan pusat pemerintahan Kutai Timur. Kompleks pemerintahan dengan luas lahan lebih dari 400 hektare kemudian dikembangkan dengan berbagai fasilitas, di antaranya Kantor Bupati, Gedung DPRD, Gedung Pertemuan serta sejumlah kantor perangkat daerah.

Awang Faroek di Mata Dr. H. Abd. Hajar Siang: Sebuah Foto, Sebuah Jejak Pembangunan Kutai Timur

Menurut kenangannya, pembangunan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya meletakkan fondasi pemerintahan dan pembangunan Kutai Timur pada masa awal berdirinya kabupaten. Sejumlah fasilitas perkantoran yang dibangun pada masa itu bahkan berkembang menjadi pusat aktivitas pemerintahan daerah.

Di antara wajah dalam foto tersebut, sosok Awang Faroek memiliki tempat tersendiri dalam ingatan Abd. Hajar Siang.

Sebagai Bupati Kutai Timur ketika itu, Awang Faroek dikenang sebagai bagian dari masa ketika berbagai gagasan pembangunan mulai diletakkan dan dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan daerah.

Masjid Al Faroak Sangatta kemudian tumbuh bersama perjalanan waktu. Apa yang dahulu bermula dari sebuah gagasan perlahan berkembang menjadi kompleks rumah ibadah yang terus digunakan, dirawat, dan dilengkapi hingga sekarang.

Kini, ketika waktu telah berlalu dan Alm. Prof. Dr. Awang Faroek Ishak telah berpulang, foto itu kembali menghadirkan wajah-wajah dari sebuah masa yang penuh cerita.

Dinsos Sulsel Rekrut Relawan Pelopor Perdamaian di Seluruh Kabupaten dan Kota

Bagi Dr.HC.H. Abd. Hajar Siang, sosok Awang Faroek tetap lekat dalam ingatan melalui kebersamaan dan jejak pembangunan yang pernah mereka saksikan bersama di Kutai Timur.

Masjid Al Faroak Sangatta menjadi salah satu jejak dari perjalanan tersebut. Sebuah karya yang terus berkembang dari masa ke masa, sekaligus menghadirkan kembali cerita tentang mereka yang pernah menggagas, mendukung, dan menyaksikan proses pembangunannya.

Satu foto mungkin hanya merekam sebuah momen. Tetapi bagi mereka yang berada di dalamnya, foto itu dapat membuka kembali kisah panjang tentang sebuah masa, sebuah kebersamaan, dan jejak pengabdian yang pernah hadir di Kutai Timur.
Penulis ; WAHYU