Advertisement
Marketing
Beranda » Berita » Grup WhatsApp “Silaturahmi Frekuensi HF 7.050 MHz,” Jadi Wadah Diskusi Soal UNAR

Grup WhatsApp “Silaturahmi Frekuensi HF 7.050 MHz,” Jadi Wadah Diskusi Soal UNAR

SULAWESI SELATAN, TERAS WAKTOE. COM—
Grup WhatsApp “Silaturahmi Frekuensi HF 7.050 MHz” yang awalnya dibentuk sebagai ruang mempererat hubungan antaranggota amatir radio kini berkembang menjadi wadah diskusi.

Selain menjadi tempat bertukar sapa, grup tersebut mulai aktif membahas persoalan internal Organisasi Amatir Radio Indonesia, termasuk tantangan regenerasi keanggotaan yang dinilai berpotensi menurun jika tidak diantisipasi sejak dini.

Tema yang diangkat adalah tingkat kelulusan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) dalam beberapa pelaksanaan yang masih berada di bawah 50 persen.

Isu yang mengemuka sebagai penyebab ketidak lulusan adalah
Pertama, materi soal dinilai cukup sukar bagi pemula.
Kedua, pengawasan selama ujian dinilai ketat.
Ketiga, minimnya pembekalan atau persiapan dari tingkat lokal .
Keempat, ketidaksiapan peserta itu sendiri Untuk mengikuti UNAR yang diperparah dengan masih adanya peserta tidak mampu mengoperasikan komputer.

Humas ORARI Pusat, Don Mery, SH- Materi UNAR Mengacu Standar ITU

Menanggapi hal itu, H. Sanre Manike YB8CAI mengusulkan agar pola pembinaan kembali diterapkan seperti era 1980–1990-an.

Ia menyarankan calon peserta UNAR dibina terlebih dahulu melalui Orari Lokal selama sekitar dua bulan sebelum mengikuti ujian, guna meningkatkan tingkat kelulusan.

Mahyudin -YD CPZT  menyebut dalam surat pengantar Orari lokal ke Orda untuk mendapatkan Rekomendasi tercantum ada tgl pembinaan bagi setiap anggota yg mau Unar. Mahyudin menilai pembinaan tetap penting dan untuk saat ini dapat dilakukan lebih fleksibel melalui pelaksanaan try out lewat platform daring
“dalam waktu satu pekan sudah cukup membantu peserta menghadapi ujian.”, Ungkapnya.

Pendapat lainnya disampaikan Hj. Fatmawati YB8FAT yang mendorong dimungkinkannya adanya kebijakan khusus bagi peserta tingkat Siaga. Menurutnya, perlu ada “Komunikasi” antara ORARI daerah dengan Penyelenggara UNAR untuk mempermudah proses memperoleh IAR sebagai upaya menambah jumlah anggota khususnya pada tingkat pemula.

Wanita kelahiran Bone Sulawesi Selatan yg pernah berkiprah di dunia politik sebagai wakil rakyat ini juga memberi apresiasi kepada para calon amatir karena memiliki kesadaran hukum untuk mengikuti UNAR tingkat Siaga.

Sinyal Lesu di UNAR Makassar: Mampukah ORARI Menyetel Ulang Frekuensi Regenerasi?

Diskusi yang berkembang di grup
tersebut menunjukkan bahwa ruang silaturahmi kini telah bertransformasi menjadi forum bertukar gagasan dan berharap ada solusi.

Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI-YB8FBL
-Wakil Ketua Orlok Barru, Sulawesi Selatan
-Sekretaris PWI(Persatuan Wartawan Indonesia)Kab. Barru SulSel.