Advertisement
Daerah
Beranda » Berita » Ketika Banyak Gagal di UNAR, Siapa Mengisi Regenerasi?

Ketika Banyak Gagal di UNAR, Siapa Mengisi Regenerasi?

MAKASSAR-TERASWAKTOE.COM
Pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang digelar Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Makassar pada 27 April 2026 mencatat total 28 peserta yang mengikuti ujian.
Berdasarkan data hasil ujian, pada tingkat Siaga terdapat 25 peserta, dengan rincian 11 orang dinyatakan lulus dan 14 tidak lulus. Sementara pada tingkat Penggalang, dari 3 peserta yang mengikuti ujian, 2 orang lulus dan 1 orang tidak lulus. Adapun untuk tingkat Penegak, tidak terdapat peserta dalam pelaksanaan kali ini.

Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan masih tingginya angka ketidaklulusan, khususnya di tingkat Siaga. Kondisi ini dinilai tidak hanya berdampak pada capaian individu peserta, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap proses regenerasi anggota amatir radio.

Ir.Max Enteng Tahalelele – YB8ET menyebutkan, tingginya angka ketidaklulusan dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, materi soal yang dinilai cukup menantang sehingga membutuhkan pemahaman yang matang. Kedua, pengawasan ujian di Balmon yang berlangsung ketat. Ketiga, minimnya pembekalan dari tingkat lokal yang membuat peserta belum siap secara optimal saat menghadapi ujian.

Senada dengan penilaian Max Enteng-YB8ET, penilaian serupa juga disampaikan oleh Hj. Fatmawati SH, MH-YB8FAT.

Amatir Radio yang berlatar belakang Advokat ini menyebut tingginya angka ketidaklulusan dapat berimplikasi pada terhambatnya regenerasi anggota.
Menurutnya UNAR merupakan pintu masuk bagi calon anggota baru untuk memperoleh izin resmi sebagai amatir radio.
” Ketika banyak peserta tidak lulus, maka jumlah anggota baru yang seharusnya masuk setiap periode menjadi berkurang.

Sinyal Lesu di UNAR Makassar: Mampukah ORARI Menyetel Ulang Frekuensi Regenerasi?

Akibatnya, proses peremajaan organisasi berjalan lambat. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi dinamika kegiatan, keberlanjutan kaderisasi, hingga kekuatan organisasi di tingkat lokal maupun daerah.”, Jelasnya

Azindra Azis-YB8HXA
Juga turut memberikan komentar.
Pengurus Orari Daerah Sulawesi selatan ini mengatakan peran ORARI di setiap tingkatan mulai Orari pusat hingga kepengurusan Lokal perlu dioptimalkan dalam melakukan pembinaan yang lebih terarah.

Tanpa pembekalan yang memadai sebelum ujian, calon anggota berpotensi kembali menghadapi kesulitan yang sama, sehingga siklus ketidaklulusan bisa terus berulang.

“Jika tidak segera diantisipasi, bukan hanya angka kelulusan yang menjadi persoalan, tetapi juga masa depan regenerasi amatir radio itu sendiri.” Jelasnya
Penulis : WAHYUDDIN SUYUTI-YB 8FBL
-Sekretaris PWI Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
-Alumni Jurusan Ilmu Komunikasi UNHAS

Peserta ORARI Barru Ikut UNAR Perdana 2026, Dua Tidak Lulus