Advertisement
Daerah
Beranda » Berita » Hj. Nurwahidah siap Maju Pilkades, Usung Semangat Kepemimpinan Perempuan di Madello

Hj. Nurwahidah siap Maju Pilkades, Usung Semangat Kepemimpinan Perempuan di Madello

Teras waktoe.Com

Di tengah dinamika pembangunan desa yang terus bergerak maju, kehadiran sosok perempuan dalam kepemimpinan kian menunjukkan perannya yang tak bisa dipandang sebelah mata. Hal itulah yang menguatkan langkah Hj. Nurwahidah  calon Kepala Desa Madello, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, untuk ikut dalam kontestasi pemilihan kepala desa.

Berangkat dari keyakinan bahwa perempuan juga memiliki kapasitas yang sama dalam memimpin, Hj. Nurwahidah yang lahir pada tahun 1974 di Ujungnge Madello menyatakan tekadnya untuk membawa perubahan di Desa Madello. Ia menilai, ketika tingkat kabupaten telah memberi ruang dan bukti bahwa perempuan mampu memimpin dengan baik, maka desa pun semestinya tidak ragu memberi kesempatan yang sama.

“Jika di tingkat kabupaten perempuan sudah mampu menunjukkan kualitas kepemimpinannya, maka di desa juga harus ada keberanian untuk membuktikan hal yang sama,” ujar anak Purnawirawan TNI ini.

Motivasi yang mendorongnya maju selain didorong soal kesetaraan, juga karena panggilan pengabdian. Keinginan untuk memperbaiki pelayanan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga, serta menghadirkan kepemimpinan yang lebih dekat dan responsif menjadi alasan utama.
Selain itu, dorongan moral untuk menjadi inspirasi bagi perempuan lain di desa turut memperkuat langkahnya. Ia ingin membuka jalan bahwa perempuan i juga mampu mengambil keputusan strategis dalam pembangunan desa.

Monumen Perjuangan di Jantung Kota Barru, Jejak Sejarah yang Tak Boleh Dilupakan

Hj. Nurwahidah juga menilai, pendekatan kepemimpinan perempuan yang cenderung lebih komunikatif, empatik, dan teliti dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam mengelola pemerintahan desa, terutama dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Dengan tekad tersebut, ia berharap dapat memperoleh kepercayaan masyarakat Desa Madello untuk mengemban amanah sebagai kepala desa, sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan dan komitmen untuk melayani.